PEMBIASAAN MEMBACA AL-QUR’AN DI MASA PANDEMI COVID 19
Masih teringat sebuah peristiwa saat peserta didik kelas akhir siap melaksanakan Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah/ Madrasah ada pengumuman dari pemerintah tentang pembatalan Ujian karena adanya Covid 19 (Cotona diseases 19) sebagaimana yang di tetapkan oleh WHO sejak awal tahun 2020 sebagai Pandemic Global
Sejak itulah seolah-olah pembelajaran berhenti, namun pada dasarnya pembelajaran
tetap bejalan dengan Pembelajaran Jarak
Jauh, Pembelajaran dilaksanakan dari rumah.
Maka berbagai problempun muncul yang
datangnya dari orang tua siswa, dari
peserta didik dari sekolah / madrasah maupun dari bapak ibu guru .
Karena tempat pembelajarannya
berpindah di rumah, problem sepanjang hari dalam memenej kegunaan waktu
merupakan problem tersendiri, banyak waktu luang hilang banyak waktu yang di
gunakan dengan yang kurag bermanfaat banyak orang tua mengeluh tentang
penggunaan media HP banyak untuk ngegim di banding untuk belajar, namun tidak
semuanya berbuat demikian.
Kesehatan menjadi prioritas utama
sehingga dalam media social banyak himbauan bahkan di gembar gemborkan tentang
menjaga kesehatan dengan menjaga iman, imun dan jaga aman, peran iman menjadi sangat penting dalam
menghadapi Covid 19,
Dalam rangka memperkuat
keimanan muncullah cara dan metode di
laksanakan yaitu dengan memperbanyak
ibadah, berdoa bertadarus, mujahadah dan seterusnya. Sebagai dasar pelaksanaan
keimanan dalam mennghadapi covid 19 dan lajunya media social maka cara membaca alquran. di masa pandemic tumbuh dengan
baik dengan bermunculan grup grup
membaca alquran melalui whatapp
Membaca al-Quran atau tadarus al-Quran merupakan suatu yang sebaiknya dilakukan
oleh umat islam, karena al-Quran merupakan kitab sucinya, oleh karena untuk
meningkatkan iman salah satunya adalah pembiasaan membaca alqur’an, Al-Quran merupakan sumber utama agama islam
membentuk akhlakul karimah sehingga
perlu di peajari di kaji termasuk di
dalam pembelajaran di madrasah .dalam KMA no 165 tahun 2014 menyebutkan bahwa anak
didik harus memiliki karakteristik yang menekankan pada kemampuan baca tulis al-Quram yang baik dan benar, memahami makna
secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Tujuan
dan Ruang Lingkup Al-Qur’an terutama pada penekanan kemampuan membaca
Al-Qur’an- dengan tujuan meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap
Al-Qur’an menjadi bekal dengan dalil
dalil quran dengan ruang lingkup membaca alqur’an. Untuk itulah membaca alquran
menjadi penting dalam pengamalan sehari hari apalagi di masa pandemi
Kita perhatikan bersama di sekitar kita
ternyata banyak anak anak yang belajar membaca al-Quran tidak hanya di sekolah
tetapi di lembaga pendidikan non formal maupun informal, bahkan dalam membaca
al-Quran ataupun tadarus dilaksanakan oleh ibu bapak dengan melalui grup
tilawah dengan berbagai kelompok, antara lain kelompok alumni kelompok guru kelompak kelas,
kelompok keluarga kelompok santri kelompok wali
dan masih banyak kelompok kelompok tilawah yang lain.
Di zaman era digital masyarakat sudah
menggunakan HP di dalamnya berbagai
fasilitas . Fasilitas yang banyak di gunakan adalah WhasApp, sehingga setelah
di hitung berdasarkan quisiner yang masuk sebanyak 42,5 persen punya kelompok tadarus, melalui WhatsApp 22,5 persen membaca sendiri selebihnya dengan
metode lain .
Di saat pandemi , banyak waktu untuk
aktifitas di rumah di bertadarus dilaksanakan di rumah merduduki prosentasi
taertinggi dengan presentase 55 persen, saat ini di musholla atau masjid
mncapai 30 persen, yang lain bertadarus di berbagai tempat
Di dalam membaca al-Qur’am mereka mempunyai target di antaranya
mentargerkan khatam dalam satu minggu satu juz, hal ini di tujakan mencapai 37 persen sedang
yang bertarget khatam atau selesai dengan tidak terikat waktu mencapai 45 persen sedangkan . yang bertarget satu juz dibaca secara rutin sangat sedikit
satu bulan satu juz dan berbagai targetdengan prosentase selebihnya
Kegiatan keseharian berada di rumah di lihat
dari waktu yang di gunakan untuk bertadarus berfariasi ada yang malam, siang ,
pagi petang ataupun yang tidak mesti waktunya, membaca di malam hari merupakan
prioritas mereka dengan capaian 57 ,
yang membaca di pagi hari 7,5 persen, selebihnya mereka membaca alqur’an tidak
terjadwal tidak tergantung dmalam maupun pagi mereka membaca di sesuaikan
dengan waktu yang di miliki .
Era globalisasi dan di era digital memudahkan kita untuk bersosialisasi berkreasi
melalui media social, salah satu diantaranya adalah aplikasi alqur’an. Sehingga anak anak , orang tua bias
menggunakan bias memanfaatkan aplikasi
itu untuk kegiatan positif dapat utuk
belajar, untuk bertadarus maupun untuk
mempermudah pencarian ayat surat maupun juz , anak anak bias belajar dengan
online, namun hal ini tidak menjadi ukuran bahwa punya bias dilaksanakan, masih banyak yang tidak tahu adanya aplikasi
alqur’an ada pula yang tidak tertarik adanya aplikasi alquran itu sediri, bagi
yang sudah mempunyai aplikasinya ada 37 persen selainnya 37 karena tidak tahu
selebihnya ada yang tidak tertarik bahkan ada yang punya tidak di gunakan ,
dengan begitu mudah mudahan membaca yang dengan rutin di baca baik dengan
aplikasi ataupun tidak masih di laksanakan di masyarakat
Dari data tersebut dapat dipastikan bahwa situasi pandemic gema
al-Qran tetap di laksanakan dibaca
secara rutin, karena alquran pula sering di baca di tempat umum tempat suci tempat
kumpulan atau majlis, tempat orang bahagia bahkan
di tempat yang menyedihkan .
Untuk itu insyaalloh al-Quran tidak akan
hilang dari muka bumi ini selagi para pecinta al-Quran selalu menjaganya,
sesuai perkembangannya bermunculan sekolah atau madrasah yang mengunggulkan
programnya mengkaji al-Qur’an sebagai contoh di SMP Al Quran MTs atau SMP, SMA
Sains al-Qur’an dan masih banyak lagi berbagai lembaga pendidikan yang selalu
mengedepankan al-Quran.
Dipandang
perlu pembiasaan ini di tambah dengan pendidikan karakter pendidikan anti korupsi ,
penanaman moderasi beragama yang di sampaikan oleh bapak ibu guru secara
inplisist. Akan melengkapi keimnana dan menanamkan akhlakul karimah
Komentar
Posting Komentar