Tujuh Keajaiban Dan Fenomena Alam

 

TUJUH  KEAJAIBAN FENOMENA DARI ALLAH SWT

Saa membaca di di buku pelajarn maupun dari medsos lainnya ada tujuh keajaiban dunia ini Menara Pisa di Italia, Menara Eiffel di Perancis , Piramida di Mesir, Taj mahal di India, Tembok besar di China, Kuil Angkor di Kamboja, dan Candi Borobudur di Indonesia, namun keajaiban-keajaiban yang Alloah diberikan kepada umatnya.Yang  setiap orang memilikinya namun tidak menyadarinya dan keajaiban itu yang sangat dekat dengan kita, kita sudah merasakannya , coba bagaimana kita hidup dengan nafas yang terstur yang Alloh berikan tanpa harus membayar hanya dengan menghirup udara segar yang Alloh ciptakan untuk kita juga,  kedua bagaimana kita busa melihat dengan sepasang mata yang Alloh ciptakan untuk kita, kalau di lihat dari barangnya mungkin manusia bisa membuatnya lebih baik namun yang bisa melihat itulah yang luar biasa, ketiga  selanjutnya bagaimana kita bisa mendengar suara yang tidak bisa kita lihat namun suara itu jelas bisa kita dengar, bagaimana membuatnya sampai suara lirihpun bisa terdenga baik lemah mapun keras jelas kita dengan bahkan dengan intonasinya sehingga membuat seseorang bersikap, yaitu sikapenah lembut  keras maupun marah , empat lebih lagi alloh ciptakan yang ada dalam tubuh kita dengan meraba suatu benda kita bisa merasakan dan menebak benda apa itu merasakan angin yang sejuk, panasnya sengatan matahari, panasnya api , lima penciuman  bagaimana kita bisa merasakan harumnya bunga melati, harumnya minyak wangi, bau  memasakan  yang sudah lama, bahkan bau yang tidak sedap bisa di rasakan, enam berupa pikiran melaui otak menjadikan kita berfikir  positif sehingga dalam hidupnya akan semakin mulia dan yang ke tujuh adalah hari yang membawa kita menjadi baik maupun buruk, apabila hati kita baik maka semua perbuatan kita menjadi baik atau sebaliknya

Dalam alqur’an surat Asy Syams di jelaskan ada 7 keajaiban dan banyak manfaat untuk manusia dan alam se isinya yaitu

وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ ١

Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),

 

وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ

 

Terjemah :

demi bulan saat mengiringinya,

Tafsir Tahlili

(1-2) Allah bersumpah dengan matahari dan cahayanya pada waktu duha yang sangat terang dan kontras dengan sesaat sebelumnya di mana kegelapan menutup alam ini. Kemudian Allah bersumpah dengan bulan yang bertolak belakang dengan matahari, sebab ia bukan sumber cahaya tetapi hanya menerima cahaya dari matahari. Menurut kajian ilmiah, cahaya di pagi hari adalah yang paling lengkap kekayaan panjang gelombangnya. Oleh karena itu, cahaya matahari pagi paling baik khasiatnya bagi manusia. Matahari adalah sumber energi utama bagi manusia, sedang cahayanya terdiri dari cahaya tampak, inframerah, dan ultraviolet. Cahaya tampak memiliki tujuh spektrum yang berbeda dan masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda bagi tubuh manusia. Adapun inframerah bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit pada otot-otot, dan ultraviolet berfungsi sebagai fitokatalis yang mempercepat perubahan pro-vitamin D yang ada pada kulit manusia menjadi vitamin D.

 

وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ

demi siang saat menampakkannya

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ ٤

demi malam saat menutupinya (gelap gulita),

Tafsir Tahlili

(3-4) Selanjutnya Allah bersumpah dengan siang dan malam. Siang menampakkan matahari, sedangkan malam menyembunyikan matahari. Dengan ini, Allah memberikan isyarat tentang sistem perputaran bulan dan bumi terhadap matahari sebagai penanda waktu bagi manusia. Perputaran bumi terhadap matahari menimbulkan sistem penanda waktu syamsiah sedang perputaran bulan terhadap bumi menimbulkan penanda waktu qomariyah. Pergerakan ketiga benda langit ini yang begitu terstruktur tersebut menunjukkan betapa kuasa Allah.

Dengan mengetahui malam dan siang kita menjadi bisa membagu waktu bisa untuk menunaikan kewajiban harian seperti sholat mencarinafkah beristirahat dan lain sebagainya

 

وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ ٥

demi langit serta pembuatannya

وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ ٦

demi bumi serta penghamparannya,

Tafsir Wajiz

Demi langit serta pembinaannya yang menakjubkan. Langit yang kukuh laksana atap yang melindungi manusia di bawahnya. Langit menjadi tempat bagi miliaran benda langit yang beredar pada orbit masing-masing. Tidak ada benturan antara satu benda langit dengan lainnya. Semuanya mencerminkan kekuasaan Zat Yang Mahakuasa dan Mahaperkasa.

Tafsir Tahlili

(5-6) Selanjutnya lagi, Allah bersumpah dengan langit dan bumi. Langit, yaitu kosmos beserta segala isinya, menyangga langit itu sehingga tetap berfungsi sebagai atap bumi. Dan bumi itu terhampar sehingga menyediakan potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan manusia untuk hidup di atasnya.

 

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ ٧

dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,

afsir Wajiz

Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya. Jiwa bukan materi sebagaimana benda-benda yang disebut sebelumnya, tetapi jiwa mempunyai peran yang sangat sentral dalam membentuk perilaku manusia.

Tafsir Tahlili

(7-8) Terakhir, Allah bersumpah dengan diri manusia yang telah Ia ciptakan dengan kondisi fisik dan psikis yang sempurna. Setelah menciptakannya secara sempurna, Allah memasukkan ke dalam diri manusia potensi jahat dan baik.

 

Pada ayat berikutnya Alloh memberikan pesan yaitu

Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwa itu dan menyucikannya dari segala kekotoran seperti syirik, kufur, takabur, iri, dengki, kikir, tamak, dan sebagainya, lalu menghiasinya dengan sifat-sifat baik seperti iman, ikhlas, sabar, syukur, dan sebagainya.

Tafsir Tahlili

(9-10) Dalam ayat-ayat ini, Allah menegaskan pesan yang begitu pentingnya sehingga untuk itu Ia perlu bersumpah. Pesan itu adalah bahwa orang yang membersihkan dirinya, yaitu mengendalikan dirinya sehingga hanya mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, akan beruntung, yaitu bahagia di dunia dan terutama di akhirat. Sedangkan orang yang mengotori dirinya, yaitu mengikuti hawa nafsunya sehingga melakukan perbuatan-perbuatan dosa, akan celaka, yaitu tidak bahagia di dunia dan di akhirat masuk neraka.

Demikianlah tujuh keajaiba yang Alloh berikan untuk makhluknya, baik secara lahir maupun batin , manusia merupakan sososk yang sempurna yang dalam kehidupannya di berikan jiwa yang dapat membawa kita kea rah yang positif, namun apabuka kuta kepas dari tanpa kendali maka kita menjadi orang yang sangat rendah derajatnya.

Manusia tidak merasa puas karena manusia itu mempunyai sifat dinamis, penuh kreatif, aktif , semoga Alloh membuka hati kita dengan penuh keimanan dan keikhlasan, menjadi manusia yang tenang  AAmiin

Kebumen 23 September2022-09-23

St Alkhoriyah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume pertemuan ke 5

BELAJAR CERPEN DENGAN CANVA

Kesedihan di hari Rabu